Hasil Pengecekan Lapangan Jelang Lebaran
Mengacu pada Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dimana penyelenggara telekomunikasi wajib menyediakan layanan telekomunikasi sesuai standar pelayanan yang telah ditentukan, dimana parameter standar kualitas pelayanan serta tolok ukurnya termuat dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 10, 11, 12, 13 dan 14 tahun 2008.
Dengan momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri 1429 H yang berdasar kecenderungan statistik dimana tingkat penggunaan layanan telekomunikasi untuk percakapan dan pengiriman SMS akan meningkat secara signifikan, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)/Ditjen Postel beserta seluruh penyelenggara telekomunikasi pada 24 September 2008 mengadakan pengecekan secara bersama dengan para operator penyelenggara telekomunikasi untuk melihat kualitas sinyal dan persiapan jaringan menjelang Hari Raya Idul 1429 H. Pengecekan berupa drivetest dan testcall dilakukan pada tiga jalur utama mudik dari Ibu Kota DKI Jakarta, yaitu Jakarta – Pelabuhan Merak (TIM A), Jakarta – Bandung – Nagrek – Garut (TIM B) dan Jakarta – Cikampek – Cirebon (TIM C).
Berdasar hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat disampaikan:
1. Dari hasil pengecekan sinyal dengan menggunakan metode drives test, test callserta pengiriman layanan pesan singkat (SMS) didapat hasil:
Untuk network availability (ketersediaan jaringan): Secara umum cukup siap dan memadai dengan beberapa pilihan oeprator. Hanya saja, mengingat adanya perbedaan lisensi, yaitu bergerak seluler dan telepon tetap berbasis nirkabel dengan mobilitas terbatas (FWA), daya jangkau layanan jaringan akan berbeda karena terutama untuk FWA pengguna hanya dapat menggunakan nomor sesuai dengan kode area nya saja, kecuali bila ada fasilitas call forwarding yang disediakan operator tersebut (Combo untuk Flexi dan GoGo untuk Esia). Untuk Flexi dan Esia, jaringan cukup memadai, walaupun tidak seluruhnya sinyal melingkupi area yang dicek. Untuk Hepi dan StarOne, masih hanya tersedia di kota-kota besar saja. Untuk seluler, mengingat operator seperti NTS dengan ”Axis”-nya tergolong sedang dalam proses perluasan jaringan, termasuk HCPT dengan ”3” nya, masih ada wilayah-wilayah yang jaringannya belum tersedia. Sementara operator seluler lainnya (Indosat, Mobile-8 Telecom, Telkomsel dan XL) relatif sepanjang jalur pengecekan jaringan tersedia, meski kendala seperti listrik PLN yang mati, modul BTS/MSC yang sedang diperbaiki, membuat di beberapa tempat terjadi pelemahan sinyal.
-
Pengiriman SMS: dalam kondisi yang belum padat saat pengecekan, pengiriman SMS rata-rata di bawah 3 (tiga) menit sesuai disyaratkan dalam aturan mengenai Standar Kualitas Pelayanan. Untuk saat menjelang dan saat Hari Raya 1429 H, kondisinya tentu akan berbeda. Namun diharapkan, SMS Center para penyelenggara telekomunikasi dapat menjaga kualitas pelayanan pengiriman layanan pesan singkat tersebut.
-
Prosentasi dropped call untuk panggilan dalam jaringan milik penyelenggara rata-rata di bawah 5% sesuai dengan yang disyaratkan dalam aturan mengenai Standar Kualitas Pelayanan.
-
2. Beberapa kendala yang akan mempengaruhi kualitas pelayanan para penyelenggara telekomunikasi saat Hari Raya Idul Fitiri mendatang:
Ketersediaan pasokan listrik untuk BTS/RBS/Node-B, BSC dan MSC. Dari pengecekan, dengan adanya BTS/RBS/Node-B yang pasokan listriknya terkendala terjadi pelemahan sinyal. Untuk mengantisipasi hal ini, penyelenggara telekomunikasi harus menyiapkan cadangan listrik dan generator set, termasuk menyiapkan bahan bakar untuk generator.
-
Perubahan pola trafik. Dengan tradisi mudik, maka akan terjadi perubahan pola trafik originasi, dari kota-kota besar ke kota-kota kecil/desa. Sehingga, kapasitas jaringan di kota-kota besar akan menjadi agak tidak padat, namun sebaliknya akan menjadi padat di jalur-jalur mudik dan kota-kota tujuan/desa.
-
Tingkat dan titik kemacetan. Kualitas pelayanan telekomukasi akan dipengaruhi juga akibat kemacetan, yang selain membuat perjalanan terhambat, juga trafik akan terkonsentrasi pada BTS/RBS/Node-B daerah yang macet tersebut. Adapun tempat-tempat yang berpotensi terjadi kemacetan dan membuat kualitas pelayanan terganggu meliputi: Tol Jakarta-Cikampek, Nagrek, Merak dan wilayah Indramayu.
-
3. Beberapa himbauan:
Kepada para operator penyelengara telekomunikasi:
- untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas pelayanan jelang dan saat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
- menyiapkan team yang siap sedia (stand by) 24 jam guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pelayanan
- tidak melakukan instalasi perangkat lunak/keras baru maupun up grading karena berpotensi dapat mengubah konfigurasi sistem terutama pada saat H-3 hingga H + 3
Kepada para masyarakat pengguna layanan telekomunikasi:
- untuk dapat menggunakan layanan telekomunikasi secara efisien
- bilamana yang digunakan sedang penuh, baik itu di sisi pengguna maupun di sisi lawan, tunggu beberapa saat sebelum mencoba menghubungi lagi guna menghindari jaringan menjadioverload
- dalam mengirimkan SMS ucapan Selamat Hari Raya hendaknya tidak dilakukan secara broadcast ke semua handai taulan, kerabat maupun relasi, namun sebaiknya bertahap karena dapat dibayangkan bagaimana antrian di SMS Gateway mengingat saat ini pengguna telepon seluler telah mencapat angka di atas 106 juta pengguna.
4. Regulator mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam pengecekan kesiapan jaringan menjelang Idul Fitri 1429 H ini. Semoga masyarakat mendapatkan layanan berkualitas pada saat nya nanti, namun tetap tidak mengesampingkan kualitas pelayanan setelah Hari Raya Idul Fitri 1429 H itu sendiri.
5. BRTI/Ditjen Postel mengucapkan ”Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin”.



Regulasi Terkini