Senin, 20 Februari lalu Ditjen Postel mengundang para penyelenggara telekomunikasi dan konsultan perihal Jaringan Serat Optik Nasional Palapa O2 Ring. Paparan penggelaran jaringan serat optik oleh PT Telkom, PT Indosat, PT Excelcom, PT Comnet dan konsep jaringan serat optik nasional oleh Ditjen Postel disampaikan dihadapan Menteri Komunikasi dan Informatika.
Penggunaan Teknologi Informasi (TI) di suatu negara dapat diindikasikan dengan penggunaan internet. TI telah terbukti dapat menjadi katalisator pertumbuhan sosial ekonomi di berbagai negara di dunia, termasuk sejumlah negara tetangga dan negara berkembang lainnya. Saat ini pengguna internet di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk dan hanya terkonsentrasi di kota-kota besar saja sehingga menimbulkan kesenjangan digital di samping biaya telekomunikasi (harga/performance) yang relatif mahal.
Salah satu penyebab kondisi tersebut adalah belum adanya backbone nasional berkapasitas besar yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Saat ini operator telekomunikasi berlomba-lomba membangun infrastruktur namun hanya terkonsentrasi di wilayah-wilayah gemuk saja.
Melihat negara tetangga seperti Malaysia, India dan China yang telah mulai membangun secara bertahap (kapasitas dan jangkauan) sejak awal 1990-an dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada dan bekerjasama antar berbagai pihak yang memang dikaitkan dengan program pemerintah yang kuat untuk memajukan sektor ICT sebagai program nasional, dikhawatirkan kondisi Indonesia saat ini menyebabkan Indonesia akan kehilangan peluang untuk mendapatkan pertumbuhan sosial ekonomi yang lebih baik.
National backbone diperlukan guna membentuk connected society (masyarakat yang saling tersambung) yang mampu memberikan layanan pemerintahan, bisnis dan berbagai manfaat sosial lainnya. Hal ini juga akan membentuk saling ketergantungan antar kelompok yang akan mengintegrasikan masyarakat dnegan kegiatan ekonomi/bisnis, pemerintahan, pendidikan dan rumah tangga. Ketiadaan backbone menyebabkan harga layanan telekomunikasi tetap (relatif) mahal, ancaman terhadap integrasi & perkembangan masyarakat; penurunan daya saing tingkat pendidikan; administrasi pemerintahan (tidak memenuhi Good Governance. Hal lainnya adalah ketersediaan SDM yang lemah (langka dan tidak berkualitas) serta kehilangan peluang bisnis global.
Konsep jaringan Palapa O2 Ring adalah berupa Jaringan Nasional Pita Lebar yang bermuara pada Ibukota Kabupaten/Kota yang mendukung pemerataan pembangunan dengan mengembangkan potensi SDM & wilayah serta yang mengandung nilai strategis yakni mendukung ketahanan nasional. Diharapkan jaringan nasional terpadu tersebut akan menjadi tumpuan semua operator (terintegrasi dengan jaringan yang telah ada guna menghindari duplikasi peralatan dan investasi) dan pengguna jasa yang menunjang iklim kompetisi yang sehat.



