
Mengenal lebih dekat BRTI, itulah tema BRTI Gathering yang untuk pertama kalinya diselenggarakan. Acara berupa dialog dengan Anggota Komite Regulasi Telekomunikasi tersebut berlangsung hari ini Kamis, 13 April 2006 di Hotel Aryaduta.
Dialog yang di pimpin oleh Ketua BRTI, Basuki Yusuf Iskandar bersama dengan seluruh Anggota Komite Regulasi Telekomunikasi: Koesmarihati, Bambang P. Adiwiyoto, Kamilov Sagala, Hery Nugroho dan Heru Sutadi minus Ahmad M. Ramli berjalan interaktif dalam suasana yang santai. Hadir dalam acara tersebut Suryadi Azis dan Soetjipto yang pernah menjabat sebagai Anggota KRT periode sebelumnya, perwakilan dari operator telekomunikasi, asosiasi seperti MASTEL, APWI dan APJII, Ditjen Postel, KADIN serta wartawan dari beberapa media.
Menyampaikan informasi dan mendengarkan publik (telekomunikasi) dalam sebuah dialog menjadi sangat penting artinya bagi BRTI sesuai dengan visinya yakni: “Menjamin adanya transparansi, independensi dan prinsip keadilan dalam penyelenggaraan telekomunikasi menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat”. Mas Wigrantoro dari MASTEL dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa fungsi dialog merupakan upaya membangun trust dari masyarakat kepada BRTI.
Ketika disinggung perihal ketidakpastian [baca: kerap berubah] atas peraturan dan kebijakan Dirjen Postel selaku Ketua BRTI menjawab dengan tenang bahwasanya we are in the middle of changing thus we need to change. Perubahan yang dilakukan haruslah in the right principal. Objective of this redirection is towards good governance itself. Kebijakan yang ‘seimbang’ tersebut tentunya akan memberikan benefit untuk jangka panjang.



