Di penghujung bulan Ramadhan, satu perubahan menarik yang perlu diamati dari bisnis telekomunikasi adalah melonjaknya pengiriman short message services (SMS), yang kini juga diikuti multimedia messages (MMS).
Untuk SMS di tanah air, beruntunglah operator-operator karena Indonesia memiliki begitu banyak hari-hari besar seperti Idul Fitri, Natal maupun Tahun Baru yang membuat orang berlomba-lomba mengirim pesan untuk teman, relasi maupun kerabat. Selain SMS dan MMS, tentunya tidak bisa diabaikan adalah ramainya lalu lintas percakapan melalui telepon seluler sehubungan dengan perubahan gaya hidup yang makin going mobile.
BRTI menilai bahwa ada beberapa hal yang perlu diantisipasi dan ditanggapi dari fenomena tersebut. Dengan gaya hidup yang makin going mobile, maka selama lebaran akan terjadi perpindahan konsentrasi trafik telekomunikasi dari kota-kota besar ke daerah-daerah seiring dengan arus mudik. Sehubungan dengan hal ini, para operator dihimbau untuk mempersiapkan jaringan dan jika diperlukan meningkatkan kapisitas jaringan menyambut arus mudik tahun ini. Selain merupakan lahan bagi para operator untuk mengingkatkan pendapat, juga merupakan hak dan kebutuhan konsumen untuk bisa dihubungi dan menghubungi melalui jaringan telepon seluler dari operator yang dipakainya.
Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mendekati H-4, biasanya akan mulai terjadi kesulitan untuk outgoing call dan incoming call dari dan ke beberapa daerah. Seperti tercatat dalam beberapa tahun terakhir, trafik SMS dan MMS tahun ini pun diperkirakan akan semakin melonjak-lonjak. Apalagi saat ini terdapat sekitar ± 56 juta pengguna telepon seluler. Belum lagi pemakaian SMS lewat telepon rumah.
Kenaikan tersebut perlu diperhatikan mengingat akan berdampak terhadap penumpukan pesan. Jika message center yang digunakan para operator tidak handal dan memadai seiring dengan pengiriman pesan yang meningkat tajam, maka hal ini lebih jauh akan berakibat terhadap kecepatan pengiriman pesan. Belajar dari kasus tahun-tahun lalu, dimana pesan terkadang tertunda hingga beberapa hari, bahkan tidak pernah sampai, masih ada waktu bagi operator-operator berbenah diri menyiapkan kehandalan sistemnya. Perlu diingat adalah hak pengirim SMS/MMS untuk dapat mengirim pesannya secara cepat dan tepat karena hal itu sudah dikenakan biaya.
BRTI menghimbau agar para operator telekomunikasi untuk lebih memerhatikan kualitas layanan mereka jelang Hari Raya. (dp)



