Beberapa waktu yang lalu BRTI telah menindaklanjuti peristiwa jatuhnya sentral IN milik PT Telkomsel yang telah mengakibatkan penurunan kualitas layanan terhadap pelanggan pada 30 Desember mulai pukul 23.00 WIB hingga 1 Januari 2007 pukul 01.00 WIB dan Telkomsel telah memberikan paparan hasil review internal Telkomsel di hadapan BRTI pada tanggal 9 Februari 2007.
Overload yang terjadi pada sistem IN (intelligent network) PT Telkomsel sesungguhnya terjadi akibat adanya lonjakan trafik sehubungan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha dan Tahun Baru yang hampir bersamaan serta program bonus menit (simPATI) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 ditambah dengan program SMS Murah Rp 99/SMS antarpelanggan TelkomGroup.
Overload tersebut berdampak pada sulitnya pelanggan prepaid (simPATI dan Kartu As) untuk melakukan panggilan keluar, pengiriman SMS serta pengisian ulang/pengecekan pulsa (kartuHALO yang mengaktifkan fitur HaloCek).
Berdasarkan hasil rapat pleno BRTI tanggal 14 Februari 2007, telah diputuskan untuk memberikan Peringatan Pertama (melalui surat No. 046/BRTI/Tsel/II/2007 tanggal 28 Februari 2007) terhadap PT Telkomsel untuk menjadi perhatian agar di masa mendatang kejadian tersebut tidak terulang kembali.
Telkomsel diinstruksikan agar memperhatikan prediksi trafik untuk disesuaikan dengan kemampuan sentral dalam pelaksanaan program pemasaran/promosi produk maupun (bentuk) layanan (lainnya) terhadap masyarakat.
Telkomsel juga diwajibkan untuk memberikan ganti rugi sewajarnya kepada pelanggan (pengguna layanan Telkomsel) atas kerugian yang diakibatkan secara langsung oleh kejadian (jatuhnya sentral IN) tersebut sesuai dengan Lisensi Modern.(dp)



