Jumat, 24 Februari lalu, bertempat di Desa Klapanunggal, Gunung Putri, Cibinong, Jawa Barat, diselenggarakan acara peresmian pengoperasian Satelit-2 Telkom yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kekacauan sempat terjadi saat acara peresmian Satelit Telkom-2 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk - yang telah diluncurkan dari Kourou, Guiana, Prancis, pada 17 November 2005 silam, kini berada di orbit pada 118 serajat bujur timur - karena tidak berfungsinya sistem audio secara baik. Presiden menilai bahwa kekacauan kecil tersebut janganlah mengurangi makna (keberadaan Satelit Telkom-2) yang sangat besar.
Menurut berita yang dilansir dari harian Kompas, kebekuan yang terjadi mencair seketika saat Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Umar Karim bicara dari ujung timur Indonesia, Merauke berbicara dengan Presiden dalam acara telekonferensi. Penjelasan pembuka dari Merauke tersebut membuat Presiden dan seluruh undangan di Klapanunggal tertawa geli saling pandang. Sebelum berbicara dengan rakyat Merauke, Presiden berbicara dengan Penjabat Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Mustafa Abubakar di ujung barat Indonesia, Banda.
Dari ujung utara Indonesia di Miangas terdengar kabar Wakil Direktur Utama PT Telkom dan Pangdam ”terdampar” di Davao, Filipina, karena cuaca buruk. Sekali lagi ketegangan karena kekacauan sebelumnya menjadi cair dan para undangan tersenyum memahami terpencilnya Miangas yang arti harfiahnya menangis. Presiden juga melakukan pembicaraan dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur Piet A Tallo dan Uskup Atambua di ujung selatan Indonesia, Atambua.



