Pertemuan Para Menteri Telekomunikasi dan ICT Asia Pasifik Hasilkan Bali Statement

13 Nop 2009
       Print Version

Guna memperkuat kolaborasi negara-negara Asia Pasifik dalam pengembangan ekonomi broadband, pertemuan para Menteri Telekomunikasi dan ICT se-asia pasifik, yg melakukan pertemuan sejak kemarin, sore ini mengeluarkan pernyataan bersama yg diberi nama “Bali Statement”.


Dalam Bali Statement ada beberapa hal yang dianggap krusial dalam pengembangan ekonomi broadband, yaitu: perluasan konektivitas broadband, penyediaan layanan telematika yang aman dan memperhatikan kesinambungan lingkungan. Para menteri juga sepakat untuk memfasilitasi layanan konvergensi yang efektif, memberi dukungan terhadap pengembangan konten dan aplikasi, serta pembangunan kapasitas sumber daya manusia di industri telematika.

Selain Bali Statement, disepakati pula Rencana Aksi sebagai rincian dan jawaban terhadap isu-isu krusial yg dimaksud. Beberapa rencana aksi diantara adalah perlunya kerja sama antarnegara Asia Pasifik dalam bagi-bagi ilmu pengetahuan, pengalaman dan penelitian bersama yg mendorong broadband ekonomi, perlindungan terhadap anak dalam pemanfaatan ICT, perhatian terhadap pengembangan SDM dengan peningkatan e-literacy melalui sekolah-sekolah, serta kerja sama mengembangkan konektivitas broadband antarnegara,  maupun menurunkan roaming internasional.

Bali statement sebelum disepakati para Menteri, telah lebih dulu dibahas di ADF (APT development forum) dr 10-11 November 2009. Sebagaimana diketahui, perhelatan besar pertemuan Menteri-Menteri Telekomunikasi dan ICT se-Asia
Pasifik yang tergabung dalam APT (Asia-Pacific Telecommunity) berlangsung dari dari tanggal 12-13 November 2009.  Pertemuan Para Menteri yang mengambil tema “Strengthening Regional Collaboration Towards Broadband Economy” sangat penting nilainya mengingat pertemuan nanti juga merupakan milestone peringatan 30 Tahun keberadaan APT. Dan dengan menjadi Tuan Rumah pertemuan tersebut, merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia karena artinya Indonesia mempunyai posisi strategis di Kawasan Asia Pasifik, khususnya dalam bidang telekomunikasi dan ICT serta budaya.